High Risk Job Utilise Rope Access
RSStwitter
  • NDT Services Ltd is a major provider of laboratory and site based non destructive testing and inspec
  • Our sector services: Offshore oil & gas, Town & Cities, Civil Engineering, Maritime,Power/petrochem
  • Your Reliable partner in NDT, Inspection and Skill Training Services
 

Our News


Sabtu, 06 Agustus 2011 - 06:00:54 WIB
Submerged Arc Welding (Pengelasan Busur Rendam)
Posting by : Administrator

Submerged Arc Welding (SAW) dalam bahasa indonesianya di istilahkan pengelasan busur rendam. Prinsip dasar pengelasan ini adalah menggunakan arus listrik untuk menghasilkan busur (Arc) sehingga dapat melelehkan kawat pengisi lasan (filler wire), yang uniknya lagi dalam pengelasan SAW ini cairan logam lasan terendam dalam flux yang melindunginya dari kontaminasi udara, yang kemudian flux tersebut akan membentuk terak las (slag) yang cukup kuat untuk melindungi logam lasan hingga membeku. Dalam proses pengelasan SAW ini hat yang sangat perlu diperhatikan adalah :

1.    Pengeringan dari flux, bila flux lembab akan menyebabkan cacat lasan berupa rongga-rongga udara yang terperangkap dalam lasan (porosity).

2.    Pembersihan setiap pass atau layer pengelasan haruslah di grinding dan di wire brushing untuk menghilangan terak (slag) sehingga tidak menyebabkan cacat lasan inklusi terak (slag inclusion).

Keunggulan dart proses pengelasan SAW ini adalah pegelasan ini dapat mengelas pelat pelat yang tebal-tebal dengan waktu pengelasan yang lebih singkat di banding

proses pengelasan lainnya seperti (GTAW atau SMAW). Umumnya proses pengelasan SAW ini sudah semi automatis, sehingga perencanaan dan persiapan sebelum melakukan proses pengelasan haruslah benar-benar baik untuk mencapai hasil lasan yang maksimal dan tidak ada cacat lasan. Untuk mengetahui kualitas dan kemampuan untuk dilas suatu jenis material dengan pengelasan SAW maka dibuatlah prosedur pengelasan (Welding Procedure Spesication). Kemudian dilakukan pengujian di laboratorium mekanik. Dengan mengacu kepada Standard yang berlaku misalnya ASME Section IX dan EN 288 (standard procedur pegelasan untuk negara-negara persatuan Eropa). Bila pengujian Makroetsa, dan pengujian mekanik (pengujian tarik dan tekuk) memenuhi dua standard yang kita jadikan acuan di alas maka WPS boleh digunakan untuk referensi pengelasan dalam proses produksi

sesungguhnya.

Oleh Sabandi (Opr. Director PT. Gamma Buana Persada)

 

Copyright: PT Gamma Buana Persada